Opini


Politik Berparas Perempuan, Bagaimana Rupa Politik Kita?

Judul di atas terinspirasi dari sebuah buku yang berjudul politik berparas perempuan yang ditulis oleh Joni Lovenduski. Sebuah buku kritis yang memacu adrenalin perempuan yang ingin melihat lebih jauh bagaimana wajah politik kita, dan menilai sejauh mana keberhasilan perempuan yang telah masuk ke gelanggang politik mampu mempengaruhi kultur politik dan bahkan mempengaruhi produk kebijakan yang dihasilkan.

Selengkapnya:

Posted in Dikirim oleh Alien pada Kamis, 10/29/2009 - 13:01.


Karena Mengurus "Toilet ke Toilet" Rusaklah Hutan Alam Indonesia

Pernahkah kita banyangkan hubungan Cuci Kakus bisa merusak hutan alam Indonesia. Saya pernah berpikir, apa hubungannya hutan rusak dengan toilet umum atau rumah tangga di dunia ini. Ini satu diantara tinjauan sederhana atas praktek gaya hidup manusia yang setiap tahun terus bergeser dan cenderung menimbulkan dampak kerusakan hutan alam Indonesia.

Posted in Dikirim oleh Koesnadi pada Minggu, 02/01/2009 - 05:07.


Nasionalisme Dua Dunia

Sosok Nyai Ontosoroh tiba-tiba begitu dekat, ketika untuk kali kedua aku bisa mendaratkan kaki dimana Bumiputra pernah diinjak-injak di negeri ini sekian ratus tahun lamanya, dan Analies anak Nyai yang cantik namun rapuh itu direnggut dari keluarganya, hanya karena ibunya seorang Nyai. Disini, aku melihat bagaimana negeri Netherland ini bisa hidup dari landasan bangunannya hasil menjarah kekayaan sumber daya alam negeri lain, dari keringat orang-orang di sepajang jalan Anyer sampai Panarukan untuk membangun jalan raya pos yang menjadi fundamen utama atas arus industrialisasi di pulau Jawa dan Indonesia, dan bagaimana menyaksikan berahi mereka memuncak ketika rempah-rempah kita terus digerus, dijual dan uangnya dipakai untuk membangun dam supaya negeri mereka tidak tenggelam.

Posted in Dikirim oleh Alien pada Selasa, 06/24/2008 - 00:58.


PLTN Kaltim Untuk siapa?

Rakyat Butuh Listrik Murah dan Ramah Lingkungan

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra

 

Pemerintah 30 tahun "Gagap" Ngurus Listrik

Byarrrr pet….byarrr pet….byarrr pet…katanya mati lampu. Dan ini terjadi di semua wilayah Kalimantan, mulai Kaltim, Kalsel, Kalteng dan Kalbar. Tidak tanggung-tanggung mati hidup, mati hidup sudah berjalan hampir satu tahun belakangan ini, bahkan lebih. Sudah bisa ditebak, bahwa PLN tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik, itu kata pihak PLN. Lalu, solusinya apa? Nuclear-power-plantMuncul skenario PLTN..

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Jumat, 01/11/2008 - 02:02.


Kampung Muluy: Kelola Listrik Murah dan Ramah Lingkungan

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra

Disajikan untuk dedikasi orang Kampung Muluy dalam menyelamatkan hutan adatnya

 

Warga Muluy dibawah tekanan

Letak geografis kampong ini berada di kaki gunung lumut Kabupaten Paser Kalimantan Timur, secara administratif berada di Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser memiliki jumlah penduduk 160 jiwa. Orang mengenalnya penduduk di kampong ini orang Muluy yang merupakan salah satu masyarakat asli di Pulau Borneo.

 

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Jumat, 01/11/2008 - 01:58.


Global Warning atau Gombal Warning

Kambing (Hitam) dan (m)Bebek  di Pesta Pora Para Serigala?

Andreas Iswinarto

Vandhana Shiva seorang cendekiawan India terpandang dan seorang aktifis sosial tingkat dunia menyatakan "dengan menolak menandatangani Protokol Kyoto, Presiden Bush telah melakukan tindak terorisme ekologis pada sejumlah besar komunitas yang barangkali akan lenyap dari muka bumi karena pemanasan global.  Sedangkan di Seattle, WTO dijuluki World Terorist Organisations (Organisasi Teroris Dunia) oleh para demostran, sebab kebijakan yang menyangkal hak kelangsungan hidup jutaan orang".

Mempertahankan ‘gaya hidup’ Amerika lah yang menjadi dasar Presiden Bush dan juga pemerintahan Australia untuk tetap bebal  menolak menandatangi Protokol Kyoto. Protokol Kyoto  adalah tindak lanjut dari Konvensi Perubahan Iklim, yang menetapkan  target penurunan emisi sebesar 5% untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca. Mempertahankan ‘gaya hidup’ ini jugalah yang menyebabkan rendahnya komitmen negara-negara maju untuk memecahkan persoalan genting ini.

Posted in Dikirim oleh Andreas pada Jumat, 11/23/2007 - 09:35.


Transportasi, Pekerja Informal dan PKL Adalah mitra potensial dan Sistem Ekonomi SHI

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra - Kepala Biro Politik Ekonomi SHI

 
Pada mimpi pertama, saya mengilustrasikan bagaimana SHI bekerja untuk salah satu pilar kemandirian dan peneguhan diri atas visi SHI kedepan. Ilustrasi terdahulu juga bukan tidak mendapat respon dari tingkat internal SHI, bahkan respon kuat dari pengurus pusat akan situasi dan kondisi atas gagasan kemandirian yang akan di dorong pada satu arus utama pengelolaan asset sumber-sumber agrarian di Indonesia. Secara idiologis, unit pendukung SHI sebagai mesin mencetak logistic menjadi satu "blunder" tersendiri, ketika, situasi hasil sumber agrarian masih di pegang oleh kekuatan ekonomi pasar - yang membedakan antara ekonomi pasar dan sistem ekonomi yang sedang dirancang SHI adalah, alas dasar pemikirannya, sebagai contoh; SHI masih meyakini sampai hari ini wujud yang paling mungkin untuk mendorong kinerja politik SHI adalah bangunan ekonomi kerakyatan yang kuat yang dilandasi dari, oleh dan untuk rakyat - bentuk pilihannya adalah koperasi SHI.

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Kamis, 11/08/2007 - 08:52.


Pendidikan dan Kesehatan Adalah Meteor Meningkatnya Sumberdaya Manusia Sarekat Hijau Indonesia

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra - Kepala Biro Politik Ekonomi SHI

Saya dalam ilustrasi ini tidak mau berhitung dengan bacaan segudang pengalaman organisasi di belahan Amerika Latin, Meksiko atau Veneuzuela. Saya lebih meyakini bahwa SHI akan mampu melakukannya secara konsisten dan perlahan. Kalau toh, mimpi ini terlalu berani, maka, keberanian SHI untuk menembus batas yang kadang tidak wajar di pikiran kita yang masih terbelenggu romantisme ber NGO ria. Menempatkan ideologi hanya sebatas perdebatan kusir dan teoritis tanpa makna apa-apa bagi rakyat yang menanti sebuah perubahan cepat dan nyata. Pergerakan hanya dilakukan diatas perdebatan dari seminar, lokakarya dan rapat-rapat, tanpa melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memaknai perdebatan tersebut.

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Kamis, 11/08/2007 - 08:47.


Microlet 17 - Antara Pasar Minggu - Jatipadang

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra - Kepala Biro Politik Ekonomi SHI

 

Minggu malam, saya dipaksa lembur semalaman untuk sekedar menyelesaikan tanggungjawab pekerjaan yang masih tertunda beberapa hari. Ceritanya mengejar setoran untuk segera rampung atas utang piutang pekerjaan kepada kolega yang sudah menanti hasil akhir. Maklumlah nasib pengamen jalanan di tetangga ibukota republik ini. Tidak terasa sudah jam 04.00 pagi, mata rasanya sudah tidak tertahankan, lalu tiduuurrr dech.

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Kamis, 11/08/2007 - 08:45.


Mimpi Sarekat Hijau Indonesia bisa jadi kenyataan

Oleh: Koesnadi Wirasapoetra - Biro Politik Ekonomi SHI

 

Saya senang bergabung bersama Sarekat Hijau Indonesia, sejak awal September 2006, ketika BP3OPK salah satu wujud dari komitment para aktivis walhi menetapkannya di Mataram dalam bentuk membangun sayap politik, sebagai instrument lama dengan muatan baru gerakan sosial bagian dari gerakan politik lingkungan hidup di Indonesia.
 
Sebagai bentuk institusi yang baru, membuat ketertarikan saya untuk bergabung, tanpa ragu dan sungkan serta penuh curiga yang merupakan gosip-gosip lama berkembang dalam diri kita. Sarekat Hijau, mungkin adalah cikal bakal untuk saya dapat bekerja dan mempercepat proses pendidikan politik kerakyatan yang dapat membebaskan rakyat dari belenggu penghisapan dan penindasan.

 

Posted in Dikirim oleh timpakul pada Jumat, 10/12/2007 - 02:26.

Sindikasi materi