Siaran Pers
Negara Gagal Melindungi Perempuan
Pernyataan Sikap Politik Sarekat Hijau Indonesia dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional
8 Maret 2010
Perempuan Indonesia masih dihadapkan pada pada sebuah situasi dan kondisi ekonomi dan politik negara ini yang masih mempertahankan pilihan kebijakannya yang keliru. Ruang demokrasi yang tersedia, masih bersifat demokrasi procedural dan jauh dari substenasi untuk memberikan kedaulatan bagi perempuan menentukan kehidupannya. Bahkan, ruang demokrasi sekalipun telah direbut oleh modal untuk melanggengkan kekuasaan ekonomi dan politiknya.
SOS Penembakan Warga oleh Polisi dan Brimob di Pulau Gebe, Halmahera Tengah
Penambangan PT. Antam telah menghancurkan wilayah pulau Gebe. Selama tambang beroperasi masyarakat yang sebelumnya hidup sebagai nelayan dan petani, terpaksa mengubah pola ekonomi, dan tergantung kepada pertambangan. Kini, setelah nikelnya habis dikeruk, hutan rusak, serta perusahaan tambang berhenti, masyarakat kehilangan sumber-sumber kehidupan. Tanah dan laut sekitarnya berubah menjadi merah dan tidak bisa ditanami untuk pertanian.
Independensi Eneregi Melalui Nuklir Adalah Ilusi yang Menghambat Indonesia yang Berdaulat
Kebutuhan energi dunia selama ini mayoritas menggunakan energi fosil berupa minyak bumi, batubara dan gas. Selama ratusan tahun negara industri telah mengeksploitasi energi fosil untuk kepentingannya. Setelah ditemukannya teknologi nuklir, dunia menaruh harapan besar terhadap jenis energi ini. Namun setelah 50 tahun berlalu, energi nuklir tidak bisa membuktikan harapan tersebut. Berbagai masalah yang terungkap dalam penggunaan energi nuklir tersebut pada akhirnya sangat merugikan masyarakat dan negara.
Indonesian Civil Society: Stop Climate Trading, Go for Real Climate Solutions!
PRESS RELEASE
The Indonesian Civil Society Forum on Climate Justice**
Contacts:
Giorgio B Indrarto (giorgio_gbi@gmail.com) - +62 813 8577 0196
Siti Maimunah (mai@jatam.org) - +62 811 920 462
Copenhagen, December 17, 2009
Kaltim Hijau, Tanpa Perdagangan Karbon
Forum Satu Bumi Kalimantan Timur
Global Day Of Action on Climate Justice
(Samarinda 12 Desember 2009)
Kini Saatnya, Membumikan Konstitusi Hijau
Jakarta. Tantangan gerakan lingkungan hidup semakin besar, gerakan lingkungan dihadapkan pada sebuah kondisi yang diatur secara struktural dan sistemik oleh sebuah kekuatan yang berwujud pada ideology kapitalisme, dengan begitu banyak agenda yang dijalankan bahkan dengan cara mengurangi peran dan eksistensi dari peran-peran negara. Liberalisasi dan privatisasi sektor-sektor strategis yang berdampak pada hajat hidup orang banyak, telah menempatkan begitu lemahnya negara didalam memenuhi kewajiban konstitusinya.
Pemilu Presiden 2009: Mengukuhkan Jalan Rente Ekonomi dan Kekuasaan Politik Modal
Sarekat Hijau Indonesia telah melakukan analisis terhadap pemilu 2009, khususnya pemilu legislatif berdasarkan kajian terhadap agenda hijau partai-partai politik, juga rekam jejak ekologi partai politik (baca: khususnya partai-partai yang pernah berkuasa) dalam hal membuat produk-produk kebijakan yang tidak berpihak kepada lingkungan hidup dan rakyat. Hasilnya, pemilu 2009 tidak lebih hanya menjadi jalan lanjutan bagi rente ekonomi dan kekuasaan politik modal.
ARPAG: Menyelamatkan Ruang Hidup Rakyat dan Ekologi Gambut
Aliansi Rakyat Pengelola Gambut (ARPAG) Kalimantan Tengah - INDONESIA
Kami tahu apa yang kalian bicarakan atas mandat siapa ?
Kami tahu apa yang kalian perdagangkan atas kekayaan yang kami miliki
Kami tahu bahwa UNFCCC melanggar hak-hak kami atas bangsa merdeka dan berdaulat
Kami mendesak UNFCCC harus mengakui cara kami menyelamatkan bumi
WOC-CTI bukan Bagi Nelayan Tradisional
Jakarta, 13 Mei 2009. Pertemuan World Ocean Conference-Coral Triangle Initiative (WOC-CTI), yang digelar di Manado, Sulawesi Utara 11-15 Mei 2009, semakin memperlihatkan ketidakberpihakannya dalam menjawab permasalahan kelautan-perikanan dan perubahan iklim dunia. Pertemuan WOC-CTI tersebut juga tidak akan memberikan perlindungan terhadap hak-hak dasar nelayan-nelayan tradisional dan masyarakat pesisir, utamanya di negara dunia ketiga dan negara-negara kepulauan.
WOC Burdened with the Human Rights Violations
Joint Press Release - 12 May 2009
The World Ocean Conference (WOC) "Climate Change Impacts to Ocean andThe Role of Ocean to Climate Change" is currently held in Manado, NorthSulawesi, 11-14 May 2009. The WOC will be followed by the Coral TriangleInitiative (CTI) on 15 May 2009. The CTI is intended to protect thecoral reefs, the sustainability of fisheries resources and foodsecurity.